Presiden menginstruksikan media penyebar  Pengertian Media Online: Media Profesional, Partisan, Abal-Abal, dan Blog
GARA-GARA berkembang isu serbuan 10 juta tenaga kerja China ke Indonesia, pemerintah meradang. Presiden menginstruksikan media penyebar hoax ditertibkan. 

Dewan Pers --lembaga independen di Indonesia yang berfungsi untuk mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia-- mencatat ketika ini di Indonesia ada 43.300 media abal-abal yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers. Sebagian media ini masih dalam bentuk blog.

Dari "pengamatan sekilas", kebanyakan media online atau situs gosip yang kerap disebut "abal-abal" ini memang lebih banyak didominasi --bahkan semuanya-- berplatform blog, terutama Blogger dan WordPress.

Dari segi tampilan, bagi yang awam di dunia blogging dan media online, sekilas memang tampak tidak ada perbedaan antara situs gosip profesional atau media resmi dengan blog. Bahkan, banyak sekali Template Blogger atau Tema Wordpress (WP Themes) yang tampak profesional, keren, bahkan lebih anggun dari desain website yang dibentuk dengan skrip sendiri.

Semua halaman yang dapat diakses di internet disebut media online atau media dalam jaringan (daring), yakni media atau sarana komunikasi dan publikasi yang tersaji di internet.

Situs berita, situs instansi/perusahaan, toko online atau e-commerce, dan blog termasuk media online dalam pengertian tadi.

Pengertian Media Profesional

Yang disebut media profesional yaitu situs gosip yang resmi (berbadan hukum) dan terdaftar di Dewan Pers. 

Media profesional ini umumnya berbadan aturan PT atau lemabaga pers/perusahaan media, menyerupai detik.com, kompas.com, republika.co.id, jpnn.com, dan media-media lain yang selama ini disebut sebagai media mainstream.

Media profesional dikelola oleh tim redaksi dan pemasaran secara profesional. Tim redaksi yaitu pengelola konten, terdiri dari wartawan profesional.

Pengertian Media Partisan

Media partisan yaitu media yang berpihak pada kelompok tertentu, termasuk berpihak pada penguasa/pemerintah. Media profesional yang dimiliki oleh politisi, pejabat, atau pemimpin partai politik pun bermetamorfosis media partisan dan tidak layak disebut media profesional.

Media yang berpihak pada pemerintah atau kelompok kepentingan politik tertentu disebut media partisan, menyerupai halnya media organisasi politik (partai politik), media milik ormas, atau media instansi/perusahaan (media humas).

Pengertian Media Abal-Abal

Yang dimasksud media abal-abal, versi Dewan Pers sebagaimana gencar diberitakan aneka macam media, yaitu media yang tidak berbadan aturan dan tidak terdaftar di dewan pers.

Media online atau situs/blog gosip yang tidak berbadan hukum, tidak mempunyai kantor dan tim redaksi yang jelas, masuk kategori abal-abal.

Media online atau situs gosip tanpa identitas dan alamat terang biasanya merupakan "media propaganda", bukan media jurnalistik sebagaimana media profesional. 

Yang namanya propaganda, kebenaran atau fakta bukan acuan, alasannya tujuannya memang mempengaruhi (to influence), bukan mengabarkan atau memberi informasi (to inform).

Propaganda tidak memberikan informasi secara obyektif, tetapi memperlihatkan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Nah, media propaganda inilah yang sebetulnya menjadi sasaran penertiban pemerintah. Namun, apakah pemerintah juga akan menertibkan media-media propaganda yang menjadi corong atau berpihak pada penguasa?

Pengertian Blog

Blog yaitu situs pribadi, yakni media online yang dikelola oleh individu. Blog umumnya berisi curahan ide, pemikiran, tips, atau pengalaman pemiliknya (blogger/author/admin).

Namun, sebuah blog juga dapat menjadi media profesional, partisan, dan abal-abal, selain menjadi toko online atau sarana bisnis online.

Ketika pemerintah memblokir situs-situs Islam, kebanyakan dari situs tersebut ternyata berplatform blogger atau blog. Ketika Eko Patrio melaporkan 7 media online yang dinilai memfitnahnya, ternyata pula semuanya berupa blog --kebanyakan berplatform blogger.

Blog dapat dikatakan mendominasi konten internet ketika ini. Para blogger mendominasi jagat maya! Simak saja video ihwal kekuatan blog yang CB pernah share dalam Fakta Menarik Seputar Blog yang Wajib Diketahui Blogger

Media Sosial

Media sosial juga termasuk media online dalam pengertian media yang tersaji secara online di internet atau saran komunikasi online.

Media sosial yaitu media pergaulan atau pertemanan, sarana bermasyarakat di dunia maya, kawasan berbagi, berteman, berbisnis, membangun jaringan, juga dapat menjadi kawasan propaganda dan kampanye.

Media sosial terpopuler di Indonesia, berdasarkan Survei APJII, yaitu Facebook, Twitter, Youtube, dan Instagram.

Demikian ulasan ringkas ihwal Pengertian Media Online yang meliputi Media Profesional, Media Partisan, Media Abal-Abal, dan Blog atau Blogging! (www.idtutorial.com).*

Share To:

Endo Sadewa

Post A Comment:

0 comments so far,add yours